32 tahun AlSalaam dan Transformasinya - Bank Syariah AlSalaam
32 tahun AlSalaam dan Transformasinya

Berita AlSalaam

32 tahun AlSalaam dan Transformasinya

05 Juli 2024

Pada tanggal 9 Oktober 1991, 40 orang mantan aktivis Masjid Salman-ITB mengukuhkan kesepakatan bersamanya didepan Notaris di Jakarta. Inti kesepakatan adalah bersama-sama mendirikan: “Bank yang akan menjadi Lembaga Keuangan yang Islami, yang mampu ikut serta mensejahterakan masyarakat disekitarnya, yang ridhlo Allaah swt selalu menaunginya”. (note: pada waktu itu Bank Syariah belum ada). Bank itu diberi nama: al Salaam.

Sebagai modal awalnya, mereka berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp.69.800.000,- . Pada tanggal 29 Februari 1992, setelah menerima ijin operasi dari Menteri Keuangan-RI, untuk pertama kalinya Bank al Salaam membuka pintu “toko” di jalan Cinere Raya-Depok, menawarkan produk-produk perbankan kepada masyarakat. Peresmian “toko pertama” itu dilakukan oleh Bp.Akhmad Noekman (alm.) selaku ketua Yayasan Pembina Masjid Salman-ITB, disaksikan oleh para pendiri dan pengurus serta karyawan alSalaam. Acara berlangsung singkat dan sederhana, pada wajah hadirin lebih banyak terpancar harapan dan doa daripada keriaan. Dengan modal awal yang ‘mikro’ (: sebagian telah habis untuk pengadaan alat-alat, sewa kantor, training, dll.), perangkat pendukung kerja yang sederhana (: sebagian bekas pakai perusahaan salah seorang pemegang saham), serta direksi dan karyawan yang pengetahuan perbankannya terbatas (: bahkan belum berpengalaman kerja), setiap hadirin tentu ragu-ragu membayangkan nasib Bank alSalaam di kemudian hari.

32 tahun telah berlalu sejak hari yang dramatis itu. Dengan memuji syukur kepada Yang Maha Kuasa, Penetap segala kejadian, ternyata al Salam berhasil juga tumbuh dalam pasar keuangan nasional yang dinamis ini.
Dua tantangan yang paling mendebarkan telah terjadi pada tahun 1998 (krisis moneter) dan tahun 2021 (krisis ekonomi akibat Covid). Sebenarnya pada tahun 1998 alSalaam masih belum terlalu jauh dari kondisi “mikro”nya, sungguhpun demikian ia berhasil melewati krisis ini dan tetap solven. Kekuatan al Salaam pada masa itu ada pada dukungan Dewan Penasehat dan Dewan Komisaris yang sukarela mendampingi Direksi mengendalikan jalannnya al Salaam. Selain itu tim karyawan yang bekerja dengan semangat tinggi dan rasa kekeluargaan yang kuat, adalah “senjata ampuh” menghadapi tantangan yang terjadi. Pandemi Covid pada tahun 2021 telah menyebabkan krisis yang multi-dimensional; dampaknya terhadap ekonomi nasional tentu tidak ringan. Secara teknis perbankan, “penyelamat” alSalaam pada krisis ini adalah sikap konservatif Direksi dalam berbisnis. Collection rate pada masa itu masih tetap diatas 80% dan Non-Performing Finance bertahan disekitar 3%. Hak-hak nasabah dan karyawan tidak ada yang dikurangi atau ditunda. Sikap konservatif yang telah menjadi pedoman kerja alSalaam sejak lahir sampai sekarang, pada dasarnya adalah penerapan prinsip syariah compliance dan prudential banking secara konsisten. Selain itu semangat kekeluargaan dan rasa memiliki yang tinggi pada seluruh jajaran penyelenggara alSalaam, tetap berperan penting. Diatas semuanya, tentu saja kehendak Allaah swt adalah Penyelamat yang sebenarnya.

Berikut ini data keuangan utama alSalaam tahun buku 2023 dibanding dengan tahun 1992, yang menggambarkan pertumbuhannya selama 32 tahun.

19922023
Modal SetorRp. 69,8 jutaRp. 15.361 juta
TabunganRp. 79,0 jutaRp. 72.200 juta
DepositoRp. 456,0 jutaRp. 195.000 juta
EkwitasRp. 69,8 jutaRp. 52.000 juta
AsetRp. 791,0 jutaRp. 329.000 juta
Laba (Rugi)Rp. (38,0 juta)Rp. 6.500 juta

 

Angka-angka diatas menggambarkan pertumbuhan alSalaam selama 32 tahun. Terlepas dari penilaian yang diberikan terhadap pertumbuhan itu, kami pasti sangat bahagia dan men-syukurinya. Mudah-mudahan dibalik hasil yang digambarkan oleh angka-angka diatas, terdapat berkah dan ridhla Allaah swt bagi semua pemangku kepentingan al Salaam.

Selama 32 tahun yang telah berlalu, kondisi external alSalaam telah banyak mengalami perubahan; utamanya dalam hal regulasi / governance, biaya usaha, teknologi serta tuntutan pasar (yang berubah akibat gaya hidup masyarakat masa kini). Sebaliknya, modal, struktur organisasi, dan pola / budaya kerja alSalaam belum banyak berubah. Meskipun pada saat ini kesenjangan antara kondisi external dan internal itu belum terlalu terrasa, akan tetapi ia pasti akan menjadi tantangan berat bagi alSalaam dalam waktu dekat.

Khusus terkait dengan governance/regulasi; isi POJK no 26 tahun 2022 tentang BPRS yang terbaru,
telah meng-indikasikan keinginan pemerintah mengadakan perubahan pada peran BPRS. Dalam konsideransnya tertulis antara lain: “untuk meningkatkan peran BPRS, diperlukan upaya memperkuat kelembagaan melalui penguatan permodalan dan daya saing sejak awal pendirian, agar selaras dengan kebijakan untuk mendorong konsolidasi, penataan kelembagaan…….” Kemudian Undang-Undang no 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU-P2SK) dengan jelas menguraikan garis besar kebijakan pemerintah tentang arah pengembangan Industri Perbankan ke masa depan. Kedua regulasi itu menegaskan keinginan negara memiliki Industri Keuangan (termasuk BPRS) yang kuat permodalan, professional pengelolaan dan mutakhir sarana usahanya.
Sekedar untuk menggambarkan besarnya perubahan regulasi yg telah terjadi; ketika alSalaam didirikan (1992) dibutuhkan modal awal hanya sebesar Rp. 50 juta, sekarang, untuk mendirikannya minimal dibutuhkan Rp. 75 milyar.

Sejak Financial Technology mulai berperan, tatanan dan pola persaingan di pasar keuangan kita telah mengalami perubahan. Pada saat ini, didalam industri perbankan kita masih berlangsung perlombaan penerapan teknologi mutakhir itu; boleh dikatakan bahwa semua bank umum telah atau sedang bertransformasi menjadi digital bank. Pada saat yang sama lahir bentuk baru perusahaan jasa keuangan yang me-optimalkan penerapan teknologi tersebut; yang sudah cukup populer adalah: peer-to-peer landing, crowd funding, E-wallet dan PinJol (konon ada yang illegal). Perusahaan-perusahaan baru ini mampu menyelenggarakan transaksi pembayaran dan lalu lintas keuangan yang jauh lebih efisien dan efektif dibanding kemampuan perbankan tradisional.

Jelas sekali bahwa sekarang alSalaam berada dalam “dunia baru” yang berbeda daripada “dunia” keuangan 32 tahun lalu. Kita tidak mungkin mengabaikan kenyataan ini. Sudah saatnya alSalaam mulai melakukan perubahan menyeluruh untuk menyesuaikan dirinya dengan “dunia baru” itu. Dalam bahasa kerennya, perubahan menyeluruh itu disebut TRANSFORMASI. Program transformasi yang sudah kami mulai sejak tahun ini (2024), utamanya akan meliputi upaya:

  1. Peningkatan competency SDM dengan tujuan supaya setiap unit dalam struktur organisasi alSalaam diisi oleh SDM yang mampu berpikir cerdas (agile, creative), computer literrate dan bekerja efektif.
  2. Peningkatan digitalisasi pada semua unit operational dan pemasaran jasa serta pelayanan pasar.
  3. Peningkatan modal untuk memenuhi kebutuhan program transformasi dan regulasi ditahun-tahun mendatang.

Ketiga upaya tersebut terkait satu dengan yang lainnya; digitalisasi, baik pada tahap penyusunan maupun penggunaannya, membutuhkan SDM yang kompeten. Selain itu dibutuhkan pula dana (modal) besar untuk pengaadaan hard dan soft-ware-nya. Upaya peningkatan modal perlu didukung oleh kinerja usaha yang lebih baik. Peningkatan kinerja yang optimum hanya bisa tercapai apabila alSalaam memiliki “pasukan” yang cerdas dan efektif, yang masuk ke pasar keuangan regional dengan didukung oleh “persenjataan” mutakhir. Persenjataan mutakhir itu adalah financial technology atau digitalisasi.

Program transformasi ini memang tidak mudah dan tidak murah. Dengan mencanangkan program ini, kita seakan-akan kembali ke posisi ketika membuka “toko” pertama kali pada tanggal 29 Februari 1992. Terasa seperti mission impossible. Berbekal pengalaman selama 32 tahun dan tetap berpegang teguh pada syariah compliance dan prudential banking, Insya Allaah kita bisa tunaikan mission impossible jilid 2 ini. Diharapkan dalam waktu 5 tahun (2024 – 2028) program transformasi ini akan berhasil melahirkan “alSalaam baru” yang “tetap Islami, yang mampu ikut serta mensejahterakan masyarakat disekitarnya, yang ridhlo Allaah swt selalu menaunginya”. Semoga Allaah swt memperkenankan niat baik kita ini.
(B.Munir Sjamsoeddin)

Berita Lainnya

32 tahun AlSalaam dan Transformasinya

32 tahun AlSalaam dan Transformasinya

05 Juli 2024

Pada tanggal 9 Oktober 1991, 40 orang mantan aktivis Masjid Salman-ITB mengukuhkan kesepakatan bersamanya didepan Notaris di Jakarta. Inti kesepakatan adalah bersama-sama mendirikan: “Bank yang akan menjadi Lembaga Keuangan yang Islami, yang mampu ikut serta mensejahterakan masyarakat disekitarnya, yang ridhlo Allaah swt selalu menaunginya”. (note: pada waktu itu Bank Syariah belum ada). Bank itu diberi […]

Halalbihalal Pendiri dan Pemegang Saham 2024

Halalbihalal Pendiri dan Pemegang Saham 2024

04 Juli 2024

 Halalbihalal Pendiri dan Pemegang Saham 2024 – Menyambung Rasa Melintas Masa JAKARTA – Bank Syariah AlSalaam mengadakan acara halalbihalal dengan mengundang para pendiri dan pemegang saham yang bertempat di Restoran Cerita Rasa, Ampera, Cilandak, Jakarta Selatan pada Rabu, 15 Mei 2024. Dalam Event tersebut, Bank Syariah AlSalaam mengusung tema “Menyambung Rasa Melintas Masa”, dengan […]

Meramaikan Muslim LifeFair 2024, Bank Syariah AlSalaam Hadirkan Solusi Keuangan Sesuai Syariah

Meramaikan Muslim LifeFair 2024, Bank Syariah AlSalaam Hadirkan Solusi Keuangan Sesuai Syariah

25 Maret 2024

JAKARTA – Sebelum menyambut bulan suci Ramadan, Bank Syariah AlSalaam turut serta dalam kegiatan Muslim LifeFair. Acara ini digelar di Hall B3 Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada 8-10 Maret 2024. Dalam kegiatan tersebut, Bank Syariah AlSalaam menggelar booth pameran yang berisikan berbagai informasi produk, promo spesial, dan hadiah menarik. Pesta Keluarga Muslim Bank […]