Keyakinan Pada Tuntunan Ilahi sebagai Salah Satu Prinsip Keuangan Syariah

Keyakinan Pada Tuntunan Ilahi sebagai Salah Satu Prinsip Keuangan Syariah

Oleh : Ir. Mohammad Yahya
(Dewan Pengawas Syariah Bank Syariah Al Salaam)

 

Islam berarti kedamaian dan ketundukan pada Allah SWT Islam bukan sekedar agama, melainkan jalan hidup. Keyakinan pada petunjuk Ilahi adalah prinsip utama yang mengatur kegiatan manusia. Manusia tidak memiliki kekuatan tidak terbatas untuk mencapai kebenaran. Dua sumber hukum Islam adalah Al Qur’an dan Hadist.

Al Qur’an mendefinisikan setiap keyakinan dan praktek setiap muslim. Al Qur’an membahas segala subyek yang penting bagi manusia, kebijaksanaan, doktrin, ibadah dan hukum. Pada saat yang sama Al Qur’an memberikan panduan untuk masalah-masalah di luar masalah pribadi, masyarakat yang adil, perilaku manusia yang pantas dan sistem ekonomi berbasis pemerataan. Al Qur’an diturunkan untuk semua umat manusia, bukan untuk sekelompok eksklusif tertentu.

Hadist adalah laporan dan tindakan Nabi Muhammad saw. Kaum muslimin percaya bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul Allah SWT yang terakhir yang diutus kepada umat manusia. Muhammad diyakini sebagai penutup dan pemuncak semua nabi dan rasul sebelum beliau. Jadi, Hadist adalah sejarah hidup Nabi Muhammad yang memberikan teladan hidup sehari-hari bagi kaum muslimin. Beliau dipercayakan dengan kekuatan untuk menjelaskan, menafsirkan dan menjalani ajaran-ajaran Al Qur’an. Al Qur’an dan Hadits jadinya dianggap sebagai kebenaran absolut karena sumber ilahiah mereka. Sebagian besar Sunni menerima kumpulan Hadist Sahih Bukhari Sahih Muslim sebagai yang paling autentik.

 

HALAL vs HARAM

Haram adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti “terlarang”. Kata ini digunakan untuk merujuk segala sesuatu yang dilarang agama. Kata ini bisa diterapkan untuk perilaku tertentu, makanan, kekayaan yang diperoleh dengan cara-cara tak baik dan berdosa. Menyembah sesuatu selain Allah SWT disebut Syirik adalah haram yang paling berat.

Halal adalah kata Arab yang menunjukkan objek atau tindakan apa pun yang dibolehkan menurut hukum Islam dan tradisi. Halal adalah lawan dari haram. Seperti haram, halal mencakup perilaku manusia, tutur kata, busana, sopan santun, dan pola makan.

 

Ada tiga fondasi hukum Islam yaitu Akidah, Syariah dan Akhlak.

1. AKIDAH (Keyakinan)

Adalah masalah-masalah yang kaum muslimin mempunyai keyakinan tentangnya. Ada 6 rukun Akidah atau Keimanan. Akidah ini dinyatakan secara jelas dalam Al Qur’an sebagai kewajiban bagi seorang muslim.

 

2. AKHLAK (Moral)

Kaum muslimin percaya bahwa tingkat kesempurnaan manusia tergantung pada disiplin dan usaha. Manusia berada di 2 kutub. Kutub terendah di bawah bintang, sementara kutub tertinggi bahwa melampaui malaikat. Akhlak (moral) adalah praktik kebajikan dan moralitas. Kebajikan moral membawa kebahagian abadi sementara kerusakan moral berujung pada kehinaan terus-menerus.

 

3. SYARIAH (Kewajiban)

Syariah menentukan kewajiban yang harus dilakukan manusia di jalan menuju Allah SWT. Syariah mencakup iman, perilaku sosial, transaksi hukum dan komersial. Semuanya diarahkan ke jalan hidup yang total.

Ada 2 kategori kewajiban berdasarkan syariah :

  • Kegiatan Manusia dengan Tuhan (Habluminallah)

Kegiatan manusia dengan Tuhan (ibadah) yang berarti ketundukan kepada Allah SWT sebagai tuhan dan manusia sebagai hamba-Nya haruslah taat.

  • Kegiatan Manusia dengan Manusia (Habluminannas)

Kegiatan antar manusia (Muamalah) mengatur kegiatan manusia dengan manusia termasuk transaksi komersial

 

KESIMPULAN :

Islam adalah satu agama yang memberikan tuntunan tentang keimanan (akidah), kewajiban (syariah), dan moral (akhlak). Muamalat berfokus pada transaksi komersial yang merupakan kegiatan manusia dengan manusia. Ini adalah sisi lain dari ibadah, yang merupakan kegiatan manusia dengan Tuhan.