Catatan Sejarah Al Salaam

Tahun 1991
Tahun 1992
Tahun 2004
Tahun 2006
Tahun 2017
Tahun 2018

Pada 09 Oktober 1991, 40 orang aktivis Masjid Salman-ITB telah menandatangani akta pengukuhan secara hukumkesediaan mereka mendirikan bank : PT BPR Amal Salman (Al Salaam), didepan notaris Abdul LatiefSH di Jakarta. Sebagai modal awal telah terkumpul dana : Rp 69.800.000. Meski menerapkan pola konvensional, semua pendiri sepakat untuk menampilkan Al Salaam sebagai bank yang Islami.

Pada tanggal 29 Februari 1992, berdasar surat keputusan Menteri Keuangan R.I.No.Kep-049/KM.13/1992 tanggal 17 Februari 1992 yang mengizinkan Al Salaam mulai beroperasi, telah dilaksanakan upacara peresmian kantor pusat operasional Al Salaam di Cinere, Depok. Upacara sederhana ini, dimulai dengan sambutan Bapak Amir Rajab Batubara (alm) dan diakhiri dengan doa oleh Bapak Achmad Noekman (alm) selaku Ketua YPM Masjid Salman-ITB, sekaligus meresmikan hari pertama Bank Al Salaam melayani masyarakat.

Pada 19 Mei 2004, sehubungan dengan pembubaran “Yayasan Amal Salman”, sebanyak 14.227 lembar saham Al Salaam milik 40 orang pendirinya telah dihibahkan kepada Bapak Hermawan K. Dipojono (selaku wakil dan penerima kuasa dari “Yayasan Pembina Masjid Salman – ITB). Selanjutnya, pada 29 Mei 2008 Bapak Hermawan K. Dipojono telah mengalihkan 14.227 saham Al Salaam tersebut secara resmi kepada Yayasan Pembina Masjid Salman-ITB di Bandung.
Sejak 3 Juli 2006, berdasarkan SK Gubernur BI No.8/49/KEP.GBI/2006 tanggal 22 Juni 2006 tentang: “Pemberian Izin Perubahan Kegiatan Usaha Konvensional menjadi Kegiatan Usaha berdasarkan Prinsip Syariah”, Al Salaam telah berubah; dari bank konvensional menjadi bank berdasar syariah Islam. Nama badan usahanya menjadi PT BPR Syariah AlSalaam Amal Salman.
Alhamdulillaah, pada 13 Oktober 2017, 25 tahun setelah mulai beroperasi, Al Salaam terpilih oleh majalah “InfoBank” sebagai salah satu institusi keuangan syariah kategori BPRS yang“SANGAT BAGUS”. Penilaian dilakukan terhadap kinerja keuangan Al Salaam tahun 2016, yang antara lain telah membukukan total aset Rp. 236,59 milyar dan modal disetor Rp 11.848 milyar. Prestasi itu terulang kembali untuk kinerja tahun 2017 dan 2018.
27 Februari 2018 Gedung kantor pusat PT BPRS AlSalaam Amal Salman yang baru, bertempat di Jalan Limo Raya-Depok telah diresmikan oleh Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK, Bapak Ahmad Soekro Tratmono. Kantor ini mengendalikan kegiatan 10 kantor cabang dan 4 kantor kas di Jabodetabek dan Bandung.

1991
1992
2004
2006
2017
2018

Masjid Salman ITB, 1991

PT BPR Amal Salman yang dikenal dengan BPR Al Salaam,
didirikan pada tanggal 9 Oktober 1991 atas inisiatif para alumni
Institut Teknologi Bandung (ITB) yang aktif di Masjid Salman

Tahun 1991

Rp
0
Modal Awal
0
Pemegang Saham
ibu-pengrajin2

Prinsip Awal Pendirian

  • Ekonomi Masyarakat

    Membantu perekonomian masyarakat melalui pelayanan lembaga keuangan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah

  • Islami

    Memberikan pelayanan perbankan yang dijiwai ajaran Islam dan dikelola sesuai dengan prinsip ekonomi syariah yaitu kesetaraan, keterbukaan serta keadilan bagi hasil antara nasabah dan pihak bank

  • Kebersamaan

    Berbeda dari badan usaha swasta pada umumnya BPR Al Salaam merupakan usaha yang berlandaskan kebersamaan (Solidarity Corporate) yang tetap menjunjung tinggi profesionalisme

Legal Operasional
Kegiatan operasional BPR Al-Salaam dimulai pada tanggal 29 Pebruari 1992 berdasarkan Akte No. 30 dari Abdul Latief, Notaris di Jakarta, diubah dengan akte No.14 tanggal 5 Desember 1991 dari Abdul Latief, Notaris di Jakarta, yang telah disetujui oleh Menteri Kehakiman RI dengan Surat Keputusan No.C2-7937.HT.01.01.TH.91 tanggal 19 Desember 1991 dan didaftarkan pada Kantor Pengadilan Negeri di Bogor dibawah No. WB.DH.1.PR.01.10.92 serta diumumkan dalam tambahan No.657 dari Berita Negara RI No.13 tanggal 14 Pebruari 1992 dan tambahan No. 5045 dari Berita Negara RI No.70 tanggal 1 September 2000.

Tahun 2003

Rp
0
Modal Berjalan
0
Pemegang Saham

Untuk mendukung pengembangan usaha pada RUPS tahun 2003 telah disetujui peningkatan modal dasar perseroan dari Rp. 1 milyar menjadi Rp. 5 milyar. Peningkatan tersebut juga telah disetujui secara hukum dengan SK Menteri Kehakiman dan HAM RI Nomor : C-04029 HT.01.04.TH.2004

BPR Al Salaam Bertransformasi menjadi Perbankan Syariah

Sesuai aspirasi dan idealisme para pemegang saham yang sejak awal pendirian ingin menjadikan BPR Al Salaam sebagai lembaga keuangan bagi masyarakat dengan pelayanan perbankan yang berazaskan keislaman, maka alhamdulillah sejak tanggal 3 Juli 2006 BPRS Al Salaam berubah dari BPR konvensional menjad BPR Syariah.

Hingga Tahun 2017

Rp
0
Modal Berjalan
0
Pemegang Saham

dan insya Allah akan terus berkembang…

Share This