Menabung di Bank Syariah Aman, Nyaman dan Menguntungkan

Menabung di Bank Syariah Aman, Nyaman dan Menguntungkan

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti  berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu  (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah: 275)

Dari petikan ayat di atas, dapat dipahami bahwa Islam mengatur kehidupan kita bahkan sampai pada sektor ekonomi. Pada masyarakat modern, sistem ekonomi menjadi begitu lekat dengan kehadiran bank sebagai lembaga penyedia layanan jasa pengelola keuangan. Keberadaan bank yang sudah sangat menjamur menjadi indikasi nyata bahwa bank sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Pada awal kemunculannya, bank menerapkan sistem perbankan dunia barat yang menggunakan perhitungan imbal jasa berupa suku bunga (interest fee). Besaran suku bunga yang diberikan oleh masing-masing bank bersifat variatif dengan tidak melebihi ketentuan Bank Indonesia. Itu lah mengapa kita sering menemukan catatan pendapatan tambahan atas saldo tabungan yang kita endapkan di bank.

Di kalangan umat Islam sendiri kehadiran bunga pada layanan perbankan masih menjadi perdebatan dikarenakan adanya penambahan terhadap jumlah pokok uang yang dititipkan. Hal ini dikarenakan bunga memiliki persentase yang diperjanjikan sejak awal dengan dasar perhitungan yang digunakan berdasar pada besaran nominal saldo mengendap. Dalam pandangan Islam, hal ini termasuk Riba karena mensyaratkan penambahan atas harta pokok.

Sebagai respon atas tingginya kebutuhan layanan perbankan yang berbasis syariah, pada tahun 2008 pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah. Hal ini menjadi angin segar yang menstimulus tumbuh dan berkembangnya perbankan syariah di Indonesia. Berdasarkan data statistik dari lama www.bi.go.id saat ini terdapat 12 Bank Umum Syariah (BUS) dan 161 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

Saat ini, lembaga perbankan yang resmi, kredibel dan profitable menawarkan opsi yang lebih bersahabat dalam format BPRS. Meskipun namanya Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, fungsi BPRS tidak sebatas pada layanan pembiayaan saja. Tapi juga dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan investasi syariah baik untuk jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.

Sama halnya dengan bank pada umumnya, BPRS juga menawarkan produk investasi dapat dijadikan opsi untuk layanan yang aman, nyaman dan menguntungkan. Di antaranya berupa produk tabungan dan deposito yang pastinya menggunakan dasar prinsip dan akad sesuai syariah.

Merujuk pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 02/DSN-MUI/1V/2000 Tentang Tabungan, terdapat dua jenis tabungan yang diperbolehkan dan tidak mengandung unsur riba yaitu tabungan wadiah dan mudharabah. Adapun yang dimaksud dengan tabungan wadiah adalah tabungan yang bersifat simpanan, bisa diambil kapan saja atau berdasarkan kesepakatan, serta tidak ada imbalan yang disyaratkan kecuali salam bentuk pemberian (‘athaya) yang bersifat suka rela dari pihak bank.

Sedangkan tabungan mudharabah adalah tabungan yang pembagian keuntungannya dinyatakan dalam bentuk nisbah (bagi hasil) dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening. Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul mal atau pemilik dana dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana yang melakukan berbagai usaha yang tidak bertentangan dengan syariah. Karena besaran nisbah sudah disepakati pada akad pembukaan, maka bank tidak diperkenankan mengurangi nisbah keuntungan nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan.

Seiring dengan pesatnya perkembangan ekonomi dunia, bersentuhan dengan pihak bank guna mendapatkan layanan perbankan bukan hal yang harus ditakuti. Namun, yang harus dipastikan adalah apakan lembaga tersebut resmi, kredibel dan dapat memberikan keuntungan yang bukan riba.

Sebagai rekomendasi, Bank Syariah dapat menjadi pilihan. Dimana Bank Syariah merupakan lembaga perbankan yang resmi terdaftar di Bank Indonesia, kredibel dengan menganut prinsip ekonomi syariah, serta menawarkan keuntungan yang tidak termasuk dalam riba. Dan Bank Syariah Al Salaam adalah salah salah satu bank syariah Indonesia yang konsisten di jalur syariah selama 24 tahun. Informasi lebih lanjut mengenai Bank Syariah Al Salaam dapat akses ke www.bprsalsalaam.co.id .

So, kalau bisa sesuai syariah kenapa enggak?

#YukMoveOnKeSyariah

 

Ditulis oleh : Wening Yuni Astuti

Share This