Fatwa DSN MUI

logo-dsn-mui

Unsur yang amat membedakan antar bank syariah dan bank konvensional adalah pelaksanaan kegiatan dan produknya yang harus mengacu pada fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). Proses pengawasan terhadap lembaga keuangan syariah dilakukan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang biasa terdiri dari para ulama.

Visi DSN MUI :

Memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat.

Misi DSN MUI :

Menumbuhkembangkan ekonomi syariah dan lembaga keuangan/bisnis syariah untuk kesejahteraan umat dan bangsa.

Tugas & Fungsi DSN MUI :

  1. Mengeluarkan fatwa tentang ekonomi syariah untuk dijadikan pedoman bagi praktisi dan regulator.
  2. Menerbitkan rekomendasi, sertifikasi, dan syariah approval bagi lembaga keuangan dan bisnis syariah.
  3. Melakukan pengawasan aspek syariah atas produk/jasa di lembaga keuangan/bisnis syariah melalui Dewan Pengawas Syariah.

Wewenang DSN MUI :

  1. Mengeluarkan fatwa yang mengikat Dewan Pengawas Syariah di masing-masing lembaga keuangan syariah dan menjadi dasar tindakan hukum pihak terkait.
  2. Mengeluarkan fatwa yang menjadi landasan bagi ketentuan/peraturan yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang, seperti Departemen Keuangan dan Bank Indonesia.
  3. Memberikan rekomendasi dan/atau mencabut rekomendasi nama-nama yang akan duduk sebagai Dewan Pengawas Syariah (DPS) pada suatu lembaga keuangan dan bisnis syariah.
  4. Mengundang para ahli untuk menjelaskan suatu masalah yang diperlukan dalam pembahasan ekonomi syariah, termasuk otoritas moneter/lembaga keuangan dalam maupun luar negeri.
  5. Memberikan peringatan kepada lembaga keuangan syariah untuk menghentikan penyimpangan dari fatwa yang telah dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional.
  6. Mengusulkan kepada instansi yang berwenang untuk mengambil tindakan apabila peringatan tidak diindahkan.

Berikut ini adalah fatwa-fatwa DSN MUI yang menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan keuangan di BPR Syariah Al Salaam.

DSN MUI No.43 Tahun 2004 Ganti Rugi Tawidh DSN MUI No.31 Tahun 2002 Pengalihan Utang DSN MUI No.27 Tahun 2002 Al Ijarah Al Muntahiyah Bi Al Tamlik DSN MUI No.23 Tahun 2002 Potongan Pelunasan dalam Murabahah DSN MUI No.21 Tahun 2001 Pedoman Umum Asuransi Syariah DSN MUI No.17 Tahun 2000 Sanksi Atas Nasabah Mampu yang Menunda-nunda Pembayaran DSN MUI No.16 Tahun 2000 Diskon dalam Murabahah DSN MUI No.15 Tahun 2000 Prinsip Distribusi Hasil Usaha dalam Lembaga Keuangan Syariah DSN MUI No.13 Tahun 2000 Uang Muka Murabahah DSN MUI No.10 Tahun 2000 Wakalah DSN MUI No.09 Tahun 2000 Pembiayaan Ijarah DSN MUI No.08 Tahun 2000 Pembiayaan Musyarakah DSN MUI No.07 Tahun 2000 Pembiayaan Mudharabah Qiradh DSN MUI No.05 Tahun 2000 Jual Beli Salam DSN MUI No.04 Tahun 2000 Murabahah DSN MUI No.03 Tahun 2000 Deposito DSN MUI No.02 Tahun 2000 Tabungan DSN MUI No.92 Tahun 2014 Pembiayaan yang Disertai Rahn At Tamwil Al Mautsuq Bi Al Rahn DSN MUI No.89 Tahun 2013 Pembiayaan Ulang Refinancing Syariah DSN MUI No.85 Tahun 2012 Janji Wad dalam Transaksi Keuangan dan Bisnis Syariah DSN MUI No.81 Tahun 2011 Pengembalian Dana Tabarru Bagi Peserta Asuransi yang Berhenti Sebelum Masa Perjanjian Berakhir DSN MUI No.79 Tahun 2011 Qardh dengan Menggunakan Dana Nasabah DSN MUI No.75 Tahun 2009 Pedoman Penjualan Langsung Berjenjang Syariah DSN MUI No.73 Tahun 2008 Musyarakah Mutanaqisah DSN MUI No.68 Tahun 2008 Rahn Tasjily DSN MUI No.58 Tahun 2007 Hawalah Bil Ujrah DSN MUI No.53 Tahun 2006 Akad Tabarru pada Asuransi Syariah DSN MUI No.52 Tahun 2006 Akad Wakalah Bil Ujrah pada Asuransi Syariah dan Reasuransi Syariah DSN MUI No.51 Tahun 2006 Mudharabah Musytarakah pada Asuransi Syariah DSN MUI No.50 Tahun 2006 Akad Mudharabah Musytarakah DSN MUI No.47 Tahun 2005 Penyelesaian Piutang Murabahah Bagi Nasabah Tidak Mampu Membayar DSN MUI No.44 Tahun 2004 Pembiayaan Multijasa
Next »Page 1 of « Prev
Share This